03 Mei 2009

Fakta tentang Rokok

Pertama bila memang bisa baca tulis alias tidak buta aksara maka hal pertama yang amat mencolok dapat dibacanya disemua label bungkus rokok hingga iklannya adalah perhatian : Merokok menyebabkan kanker, serangan jantung, gangguan kehamilan dan janin.

Apapun tujuan yang disebutkannya semua tidak akan masuk akal ( termasuk ikutan teman, menimbulkan rasa enak, atau sekedar jadi kebiasaan agar kelihatan macho ).

Mengapa? Satu-satunya tujuan merokok adalah untuk Mendapatkan semua deretan penyakit yang sudah dijanjikan oleh produsen rokoknya!
Apabila anda adalah pengusaha rokok, dan anda tidak yakin apalagi mempercayai bukti-bukti ilmiah tentang deretan penyakit mematikan akibat rokok, apakah anda akan rela begitu saja dagangan anda diberi label semaunya oleh pemerintah dan lembaga kesehatan dunia?
Lantas apa yang membuat semua pengusaha rokok mengikhlaskan dagangannya diberi label mematikan seperti itu ? karena, semua pernyataan tersebut benar adanya.
Kedua, Dengan merokok tidak ada jaminan seseorang merasa nyaman ( kalau ada itu hanya hal yang sifatnya subjective dan sangat individual ). Orang pun bisa merasa nyaman dengan duduk berkaos oblong di depan rumah sambil merawat tanaman atau hewan kesayangan.

Begitu pula dengan alasan untuk kelihatan sexy dan macho. Seorang pria yang sexy dan macho tidak akan menggunakan rokok sebagai alat pendongkrak. Justru akan kelihatan menggelikan dan sangat tidak percaya diri karena masih membutuhkan alat bantu.

4000 bahan kimia
Pada waktu merokok yang dihisap adalah 4000 bahan kimia, termasuk penyebab kanker : Naphthylamine, Pyrene, Cadmium ( seperti pada baterai ), Benzopyrene, vinyl chloride ( bahan paralon ), polonium-210, dibenzacridyne dan urethane.
Masih ada pula acetone ( penghapus cat ), methanol ( bahan baker roket ), naphthalene ( kamper ), Butane ( bahan baker korek api ) , arsenic ( racun semut putih ), Toluene ( pelarut industri ), ammonia ( pembersih lantai ) dan Hydrogen cyanide ( racun untuk hukuman mati ).
Seperti halnya kita menghadapi pecandu atau pejudi. Adiksi terhadap jenis makanan tertentu atau rokok bukan sekedar masalah nasional tetapi juga pada akhirnya saraf menghasilkan protein yang disebut delta–fos-B. Protein ini akan menumpuk pada sel-sel saraf dan efek terburuknya : menjadi sakelar genetic yang memberi kerusakan otak.

Lebih mematikan, perokok pasif adalah orang-orang yang tidak merokok tapi melalui asap rokok akan menerima vonis seumur hidup. Asap rokok juga mengandung gas mono-oksida ( CO ) yang jauh lebih mematikan dari sekedar CO2.
CO akan tetap beredar dalam udara bebas walaupun si perokok berada nunjauh disana. Celakanya, CO tidak berbau, Tidak berwarna, tidak nampak.

Apabila keinginan untuk mencintai lebih besar dari keinginan untuk membunuh dan bunuh diri, saya yakin siapapun akan menghentikan kebiasaan "pembunuhan massal" ini. Bukan dengan jalan mengurangi atau 'pelan-pelan', tapi langsung berhenti.

Sakaw?bisa jadi. Apapun drama yang diciptakan (termasuk nafsu makan jadi tambah, takut gendut, mulut rasanya asem, kasihan tukang rokok, perlu memberi lapangan kerja buat buruh linting rokok...walah!!).
Mau berhenti??ya berhenti saja Karena Cinta!
So deep....






1 Comment:

  1. Anonim said...
    Halo ha... hi "imut banget tulisannya, kyk orange!

Post a Comment